Tentu saja mungkin sebagian dari anda "merasa bahwa kentut sama sekali bukan merupakan hal yang menjijikkan", dan anda tidak sendirian mengenai hal ini. Persepsi terhadap rasa jijik merupakan kombinasi dari beberapa variabel seperti umur, jenis kelamin, budaya dan bahkan kepribadian. Hal ini sangat besar pengaruhnya, sehingga orang yang cemas biasanya lebih sensitif terhadap bau daripada orang yang suka bertualang dan mencari teman.
Faktor 'kejutan' mempengaruhi respon anda terhadap kentut
Anterior cingulate cortex, yaitu bagian otak yang memproses rasa kaget, juga sangat berpengaruh terhadap respon anda terhadap kentut, Jika kita sendiri yang kentut, kita sadar, sehingga otak kita dapat mengantisipasi dan mentolerir baunya. Namun ketika seseorang mengeluarkan kentut yang mematikan secara diam-diam di dalam ruangan yang ramai (misalnya kelas), harapan otak anda tentang kenyataan akan diremukkan oleh rangsangan negatif dari bau kentut, sehingga anda mencium bau yang tidak enak.
Jadi, jika nanti anda merasa ingin kentut, jangan malu untuk memberi peringatan pada orang di sekitar anda. Kecuali, tentu saja.., jika anda sendirian, maka silahkan anda bersenang-senang dengan bau 'kehormatan' anda.